Target PAD Kabupaten Bekasi Masih Rendah, Pj Sekda Minta Evaluasi Total dan Pemetaan Ulang Potensi
Kabupaten Bekasi, Garuda Nusantara – Pemerintah Kabupaten Bekasi menyoroti rendahnya capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2025. Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Ida Farida meminta perangkat daerah melakukan evaluasi total karena sejumlah target pendapatan belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Ida Farida menegaskan bahwa pencapaian PAD tidak boleh stagnan, terutama bagi perangkat daerah yang selama ini menjadi penyumbang pendapatan. Ia meminta seluruh unit kerja segera memeriksa kembali rencana awal dan mengevaluasi faktor-faktor yang menyebabkan target belum tercapai.
“Saya minta terhadap target-target yang belum tercapai, mereka harus melakukan upaya melihat potensi-potensi yang ada untuk bisa adanya peningkatan pendapatan asli daerah,” kata Ida.
Menurutnya, keterlambatan pencapaian PAD tidak dapat dibiarkan. Perangkat daerah harus melakukan pemetaan ulang terhadap setiap potensi pendapatan, baik yang sudah ada maupun yang belum tergarap. Langkah ini menjadi dasar untuk menyusun strategi yang lebih adaptif dan realistis.
Ia menekankan bahwa perangkat daerah dengan capaian yang masih rendah harus didorong untuk bergerak lebih cepat. Upaya tersebut mencakup evaluasi internal, penyusunan strategi baru, dan melakukan pembahasan berkala untuk memastikan langkah korektif berjalan.
“Bagi yang kurang ini harus kita dorong bagaimana mereka melakukan upaya-upaya, inovasi-inovasi, berkolaborasi, bahas di internal perangkat daerah,” ujarnya.
Ida juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat transparansi dan mengurangi potensi kebocoran PAD. Ia menilai banyak peluang pendapatan dapat ditingkatkan melalui sistem pencatatan dan pengawasan berbasis digital.
“Sekarang bisa dilakukan inovasi-inovasi untuk mencari peluang pada peningkatan pendapatan asli daerah sehingga tidak ada kebocoran,” tambahnya.
Ida menegaskan bahwa hasil evaluasi akan menjadi ukuran efektivitas perangkat daerah dalam menjalankan strategi peningkatan PAD. Dengan kata lain, pencapaian PAD menjadi indikator utama kualitas perencanaan dan pelaksanaan program di setiap unit kerja.
Ia juga mengingatkan bahwa penyusunan program ke depan harus lebih cermat dengan mempertimbangkan sumber pendanaan yang tepat. Setiap perangkat daerah diminta bertanggung jawab penuh atas target pendapatan yang telah disusun dalam perencanaan awal.
“Saya berharap setiap perangkat daerah bisa bertanggung jawab atas apa yang sudah mereka rencanakan. Realisasi pendapatan harus dicapai secara rasional, terukur, dan berorientasi pada kemajuan daerah,” ujar Ida.
Pemkab Bekasi menempatkan peningkatan PAD sebagai prioritas pada 2025. Dengan masih rendahnya capaian pendapatan, pemerintah meminta pemetaan ulang potensi, percepatan inovasi, dan evaluasi menyeluruh agar target PAD dapat tercapai secara efektif dan akuntabel.(Lozy)
