GARUDA NUSANTARA

Membela Kebenaran & Kejujuran

Sekda Ciamis Hadiri Milangkala ke-43 Desa Pusakanagara, Momentum Refleksi dan Pelestarian Tradisi

Ciamis- Garuda Nusantara-Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Dr. H. Andang Firman Triyadi MT., menghadiri peringatan Milangkala ke-43 Desa Pusakanagara, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis,Jawa Barat.
Kegiatan berlangsung meriah dengan rangkaian acara yang mengangkat nilai budaya, religius, dan kebersamaan masyarakat,Selasa (19/5/2026).

Peringatan hari jadi Desa Pusakanagara diawali dengan upacara apel serta tradisi “Nyurti Karuhun Lembur” atau doa bersama untuk para sesepuh dan tokoh masyarakat Desa Pusakanagara yang telah wafat.

Sekda Ciamis Dr. H. Andang Firman Triyadi MT., menyampaikan, bahwa kegiatan nyurti merupakan bentuk penghormatan dan pengingat bagi generasi penerus terhadap jasa para pendahulu.

“Nyurti ini merupakan aktivitas kita yang masih hidup untuk mieling atau mengenang para sesepuh dan tokoh masyarakat yang telah mendahului kita, semoga mereka ditempatkan di sisi Allah SWT,” ujarnya.

Ia juga berharap masyarakat yang masih hidup diberikan kekuatan untuk melanjutkan perjuangan dan pembangunan yang telah dirintis oleh para pendahulu.

“Momentum HUT ke-43 Desa Pusakanagara ini hendaknya menjadi sarana refleksi dan evaluasi terhadap apa yang telah kita kerjakan dalam estafet pembangunan dari tahun ke tahun,” katanya.

Menurut Andang, peringatan Milangkala Desa bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi pesta rakyat yang tumbuh dari masyarakat dan untuk masyarakat.

“Ini adalah pesta rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Saya merasa bangga dan bahagia bisa bertemu langsung dengan masyarakat Desa Pusakanagara yang hari ini memeriahkan hari jadinya. Selamat dan sukses untuk Desa Pusakanagara,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pusakanagara, Asep Rismayadi, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Sekda Ciamis dalam perayaan Milangkala ke-43 tersebut.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan tahun ini diisi dengan berbagai agenda keagamaan, seni budaya, hingga hiburan rakyat.

“Kegiatan diawali dengan apel dan nyurti karuhun lembur atau nadran untuk mendoakan para karuhun serta sesepuh Desa Pusakanagara agar berada di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ungkap Asep saat diwawancarai di sela kegiatan.

Selain itu, panitia juga menggelar lomba hadroh atau musik islami yang diikuti peserta dari tujuh RW di Desa Pusakanagara.

“Kalau tahun sebelumnya kita bisa menyelenggarakan lomba tingkat Jawa Barat, tahun ini dilaksanakan tingkat RW. Mudah-mudahan tetap menjadi sarana pengembangan seni islami di Desa Pusakanagara,” katanya.

Pada malam harinya, masyarakat juga disuguhkan festival seni budaya yang menampilkan pertunjukan dari Disbudpora Kabupaten Ciamis serta kesenian lokal Desa Pusakanagara seperti calung dan helaran.

Rangkaian Milangkala kemudian ditutup dengan kegiatan pengajian yang menghadirkan penceramah KH Miftah Fauji dari Tasikmalaya.

Asep menambahkan, kegiatan Milangkala dilaksanakan selama dua hari, yakni Selasa hingga Rabu, dengan sumber pendanaan berasal dari Dana Desa, partisipasi masyarakat, serta Pendapatan Asli Desa (PADes) yang bekerja sama dengan Sanggar Seni Gentra Pusaka Desa Pusakanagara.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya menjaga sejarah desa sekaligus memperkuat semangat gotong royong masyarakat.

“Harapannya masyarakat semakin mengetahui sejarah desanya dan meningkatkan partisipasi dalam membangun kebersamaan serta gotong royong,” pungkasnya.

Agus.k

About The Author