GARUDA NUSANTARA

Membela Kebenaran & Kejujuran

Kepala SMKS Wiyata Satya Provinsi DKI jadi sorotan dalam Menggunakan Dana BOS?

REDAKSI
September 5, 2026

Jakarta, GN- Sangsi dan transparansi, melalui berbagai temuan dan laporan yang diperoleh awak media. Tentang penggunaan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) yang diterima oleh pihak sekolah. Maka ada berapa pertanyaan yang hendak disampaikan kepada Kepala SMKS Wiyata Satya jakarta meliputi:

– Soal anggaran administrasi Rp:84.434.625,-dengan pertanyaan mengapa harus sebesar itu dianggarkan? Disamping itu tidak ada papan laporan secara terupdate tentang penggunaan dana BOS di sekolah

– Pengembangan perpustakaan Rp: 45.028.185,- apa saja yang telah di lakukan untuk tw I dan II.

– Pungutan dalam acara wisuda siswa.
dan anggaran honorer yang fantastis Rp:371.680.000,-apakah sudah sesuai juknis Bos.

– Terindikasi terjadi penyimpangan dana BOS dalam pengadaan buku perpustakaan mulai 2021 hingga 2025, sehingga berapa banyak dalam kurun waktu 4 tahun jumlah buku yang dibeli? Mengingat anggaran yang diterima tahun 2025 sangat besar Rp:792.000.000,-

Berdasarkan laporan yang diperoleh pihak sekolah, diduga menerima fee untuk semua jenis mata kegiatan di sekolah dari rekanan/pemborong.

Sungguh ironis Nama Kepala Sekolah SMKS Wiyata Satya Jakarta Fajar Haryanto S.E.M.M.disebut-sebut sebagai sosok yang paling bertanggung jawab dalam pengelolaan dana Bos disekolah tersebut namun hingga kini, belum ada tanggapan atau klarifikasi langsung dari Fajar Haryanto

Pemerhati Pendidikan dan Kebijakan Publik Budi SE turut mengomentari pihak sekolah wajib memberikan informasi dan keterangan penggunaan dana BOS di sekolah. Tentu saja agar mudah dapat di akses oleh publik, tidak ada alasan mempersulitnya, Jumat (04/09) Apa lagi yang dipertanyakan seputar kegiatan yang terkait dengan penggunaan dana tersebut.

Pertanyaannya kenapa harus dipermudah informasi untuk publik? Menurut dia, karena menyangkut anggaran negara dan bukan uang pribadi hal ini harus dipahami dengan baik. “Beri penjelasan yang akurat terhadap wartawan agar tidak menimbulkan spekulasi negatif kepada publik,” tandas Budi.

About The Author