Kasus Kekerasan Antar Siswa SMP di Sergai Berakhir Damai, Polsek Perbaungan Terapkan Keadilan Restoratif
Kota Bandung
garudanusantara.net
Kapolda Jawa Barat yang saat ini dipimpin Irjen Pol. Hengki S.I.K., M.H., yang resmi menjabat pada 13 Oktober 2026, langsung bergerak cepat, sigap dan tanggap dalam menyikapi permintaan Kapolri Jenderal Pol. Prof. H. Suyudi Aria Seto, S.H., S.I.K., M.Si., yang meminta, “Semua Pihak Bergerak, Perangi Peredaran Narkoba dari Lingkungan Warga”.
Permintaan Kapolri ini langsung direspon cepat, sigap dan tanggap oleh Kapolda Jawa Barat beserta jajaran di bawah wilayahnya dimana hal ini terlihat dengan terungkap dan tertangkapnya pengedar tembakau sintetis di wilayah Polres Cimahi, pengedar ganja di wilayah Polres Garut, dan kerja keras Polrestabes Bandung dalam mengungkap dan menangkap pelaku dan pengedar yang berkaitan dengan produksi obat keras terlarang di pergudangan Biz Park Commercial Estate Bandung.
Keberhasilan tersebut di atas merupakan kinerja jajaran institusi kepolisian dimana hal ini tentunya dapat terungkap dengan adanya kerjasama dan kerja keras di setiap lini yang ada di jajaran Kepolisian Jawa Barat.
Selain mengungkap peredaran narkoba Kepolisian Jawa Barat yang berada di wilayah Polresta Bandung membongkar adanya Miras oplosan yang diduga memakai bahan berbahaya. Juga penangkapan lima terduga penjual miras di Polres Garut dengan menyita 50 botol di daerah Kerkof.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Hengki menekankan pentingnya penguatan deteksi dini, langkah pencegahan serta kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Barat.
Paparan Kapolda Jawa Barat menyoroti beragam tantangan keamanan yang perlu diantisipasi secara terukur. Tantangan tersebut mencakup kejahatan siber, penipuan digital, penyebaran disinformasi, perdagangan orang, peredaran narkotika, radikalisme, hingga potensi konflik sosial dan gangguan keamanan yang berkaitan dengan dinamika ekonomi serta pembangunan infrastruktur.
Menurutnya: Karakter ancaman yang semakin beragam membutuhkan kesiapan personel, kemampuan membaca perkembangan situasi, serta koordinasi yang baik antarfungsi kepolisian dan pemangku kepentingan terkait.
Penanganan gangguan kamtibmas juga perlu mengedepankan langkah preventif agar potensi permasalahan dapat diidentifikasi sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
Redaksi Garuda Nusantara News mendukung Kepolisian Republik Indoinesia dimana pada kesempatan ini Kepolisian Jawa Barat dalam setiap langkah dan kegiatannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
(Haristoh/Redaksi)
