GARUDA NUSANTARA

Membela Kebenaran & Kejujuran

Kebakaran Hanguskan Ruang Kelas IV dan Kantin SDN 1 Cidolog Ciamis

Ciamis- Garuda Nusantara- Kebakaran melanda Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Cidolog, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu,saat libur ketika tidak ada aktivitas pembelajaran disekolah, dan menghanguskan satu ruang kelas IV serta ruang kantin sekolah. Kebakaran diduga bermula dari pembakaran sampah di belakang area sekolah, Minggu (11/12/2026).

Kepala SDN 1 Cidolog, Cardi, S.Pd., SD, saat ditemui di kantornya menjelaskan bahwa kebakaran terdeteksi sekitar pukul 11.35 WIB. Api yang diduga berasal dari sampah yang dibakar di belakang sekolah kemudian merambat ke dinding kantin yang terbuat dari kayu.

Tiupan angin diduga membuat api semakin mudah menjalar hingga ke bagian atas bangunan, termasuk rangka atap kayu ruang kelas IV dan kantin.

Akibat kejadian tersebut, dua kuda-kuda atap mengalami kebakaran. Kondisi itu menyebabkan genteng runtuh ke bawah dan menimpa plafon bangunan.

Beruntung, meja, kursi, serta buku-buku pelajaran di ruang kelas berhasil diselamatkan oleh warga sekitar. Sejumlah barang tersebut dipindahkan ke halaman sekolah untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.

Pasca-kebakaran, ruang kelas IV dan kantin yang terdampak untuk sementara tidak digunakan. Untuk menjaga agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung, pihak sekolah memanfaatkan ruang perpustakaan sebagai tempat belajar sementara bagi para siswa.

Cardi berharap peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar lebih memperhatikan faktor keselamatan dan mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan sekolah.

Ia juga berharap pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Ciamis dapat memberikan perhatian serta memprioritaskan penanganan dan perbaikan bangunan sekolah yang terdampak kebakaran.

Selain perbaikan bangunan, pihak sekolah juga membutuhkan penanganan sementara untuk mengantisipasi masuknya air hujan ke dalam ruangan yang mengalami kerusakan. Oleh karena itu, pihak sekolah berharap adanya bantuan dari instansi terkait agar kondisi bangunan dapat diamankan sementara waktu hingga proses perbaikan dilakukan.

Peristiwa ini menjadi perhatian penting bagi pihak sekolah dan pemerintah terkait, mengingat fasilitas pendidikan yang aman dan layak merupakan salah satu faktor penunjang kelancaran kegiatan belajar mengajar.

Pihak sekolah berharap penanganan dapat segera dilakukan sehingga para siswa dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan nyaman dan aman. (Agus.k)

About The Author