GARUDA NUSANTARA

Membela Kebenaran & Kejujuran

Aksi Premanisme Resahkan Warga Desa Mekar Jaya, Kinerja APH Di Pertayakan

LANGKAT/Garuda Nusantara
Dugaan aksi premanisme di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, semakin mencekam. Warga mengeluhkan berbagai dugaan tindak pidana, mulai dari peredaran narkoba, perjudian, pencurian buah kelapa sawit, pembakaran rumah penduduk, hingga intimidasi terhadap warga yang berani menyampaikan keberatan.

Menurut keterangan sejumlah warga, situasi tersebut telah berlangsung selama hampir satu tahun. Mereka mengaku hidup dicekam rasa takut akibat teror dan intimidasi yang disebut-sebut menyasar masyarakat yang tidak mendukung kelompok tertentu.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius akan epektipitas penegakan hukum diwilayah tersebut,Laporan berulang warga menanti kepastian hukum .Sejumlah laporan telah disampaikan kepada pihak kepolisian mulai dari Polsek Sei Bingei hingga Polres Binjai. Namun, menurut warga yang mengadukan permasalahan tersebut, hingga kini mereka belum melihat penyelesaian yang dianggap memadai.

Setiap kali mempertanyakan perkembangan laporan, masyarakat mengaku mendapat jawaban bahwa perkara masih dalam proses penanganan.
Situasi ini membuat sebagian warga merasa jenuh, kecewa, dan kehilangan kepercayaan terhadap proses penegakan hukum. Mereka berharap laporan yang telah disampaikan tidak sekadar tercatat secara administratif, tetapi benar-benar ditindaklanjuti melalui penyelidikan yang profesional, transparan, dan dapat dipertanggung jawabkan.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh informasi terverifikasi mengenai penangkapan pelaku terkait rangkaian dugaan peristiwa tersebut. Sementara itu, warga mengaku masih merasa resah dan khawatir terhadap keamanan lingkungan mereka,Warga meminta Perlindungan dan Kepastian hukum.

Malem Bru Milala dan Maja Sitepu, yang dikenal dengan alias Cobra, disebut telah lama menjadi pihak yang terdampak dalam persoalan ini. Keduanya merasa penanganan laporan yang mereka sampaikan belum memberikan kepastian sebagaimana yang diharapkan.

Mereka juga mencurigai adanya kemungkinan hubungan tertentu antara kelompok yang dituding melakukan intimidasi dan oknum aparat setempat. Namun, dugaan tersebut memerlukan pemeriksaan dan pembuktian oleh lembaga berwenang.

Masyarakat berharap kepolisian segera memberikan kejelasan mengenai perkembangan setiap laporan, mengusut dugaan tindak pidana secara menyeluruh, serta menjamin perlindungan bagi warga yang merasa terancam.Sebab, ketika masyarakat merasa takut untuk bersuara, persoalannya bukan lagi sekedar gangguan keamanan, melainkan juga menyangkut hak warga untuk hidup aman dan memperoleh perlindungan hukum.

Salah seorang awak media berinisial ( AS ) yang turut mengawal pengaduan masyarakat Desa Mekar Jaya, Selasa ( 24/10/26 ) melalui ponselnya menuturkan
,”Kritik sudah kita sampaikan terhadap penanganan sejumlah perkara yang menurut saya belum menunjukkan perkembangan memuaskan.”

AS menilai diperlukan keseriusan dan keterbukaan dari aparat penegak hukum agar masyarakat memperoleh kepastian atas laporan-laporan yang telah disampaikan.
Ia juga menduga adanya kemungkinan pemberian uang secara rutin atau yang disebut sebagai uang bulanan dari pihak yang dituding memimpin kelompok tersebut kepada oknum kepolisian. Dugaan ini merupakan pernyataan AS dan belum dapat dinyatakan sebagai fakta tanpa bukti yang dapat diverifikasi.

AS bersama sejumlah rekannya mengaku telah menyampaikan pengaduan melalui kanal pengaduan yang ditujukan kepada Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Identitas kanal, nomor registrasi, serta status tindak lanjut pengaduan tersebut perlu dikonfirmasi untuk memastikan proses penanganannya.

,”Masyarakat Menunggu Tindakan Nyata atas persoalan di Desa Mekar Jaya , Dan menjadi ujian bagi kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Warga membutuhkan lebih dari sekadar jawaban bahwa laporan masih diproses. Mereka membutuhkan kepastian, perlindungan, dan penegakan hukum yang tidak tebang pilih,” ungkap AS.

About The Author