BALEENDAH BANJIR LAGI, BERKAH BUAT KRETEK.
Kabupaten Bandung
garudanusantara.net
Genangan air setinggi 1 meter yang ada di depan mesjid besar Dayeuhkolot ini terjadi dari mulai hari Minggu, 24 Mei 2026 dimana sempat surut di sore harinya sampai pukul 16.00 WIB.
Hujan yang turun lebat setelah pukul 16.00 WIB sampai dengan pukul 17.30 WIB ini berakibat terjadinya kembali genangan air dilokasi tersebut.
Pantauan kami di Senin, 25 Mei 2026 pada pukul 07.00 WIB genangan air ini belum juga bisa dilalui kendaraan kecil dan sepeda motor.
Banyaknya warga yang melalui daerah ini sehingga mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas dan tidak bisa bergerak karena ruas jalan yang bisa digunakan hanya satu jalur dimana jalur tersebut sudah dipadati kendaraan yang menuju Baleendah.
Terjadinya kemacetan ini juga mengakibatkan terhambatnya aktivitas warga masyarakat yang bekerja terutama yang menuju ke arah Jl. Moch. Toha dan juga Bandung Kota.

*Banjir membawa berkah.**
Banjir/genangan air di daerah Dayeuhkolot ini membawa berkah buat Mang Kretek. Kretek-kretek ini mampu membawa minimal 6 penumpang untuk diseberangkan melewati genangan air, dimana penumpang kreteknya di kasih tarif Rp. 10 ribu per orangnya.
Salah satu dari penumpang kretek tersebut Neng Yeyen (23) yang mau berangkat kerja ke salah satu pabrik coklat di Jl. Moch Toha Baleendah ini mengatakan ongkosnya lumayan mahal tetapi masih bersyukur masih bisa lewati banjir tersebut dengan naik kretek untuk bisa masuk kerja.
Mang Usep salah satu dari yang punya kretek (sado) tersebut mengatakan genangan air/banjir ini membawa berkah buat kami. Namun Mang Usep juga mengatakan bahwa penumpang akibat banjir ini bukan penghasilan utama buat mereka yang usaha sehari-harinya merupakan antar penumpang disekitaran kampung atau buat hiburan untuk anak-anak berkeliling kampung naik kreteknya.
Dadan Ahmad (38) salah satu warga Baleendah ini mengatakan setiap hujan turun sekarang disini sudah selalu tergenang air ucapnya.
Harapannya masalah banjir ini bisa segera diatasi oleh pihak-pihak terkait agar tidak selalu terjadi kemacetan dan menganggu aktivitas warga sekitar dan juga para pengguna jalan pungkasnya.
(Haristoh)
