Progres Revitalisasi Capai 70%, KBM SMAN 19 Kota Bekasi Bakal Berjalan Satu Shift
KOTA BEKASI, garudanusantara.id – Dalam rangka meningkatkan kualitas sarana dan prasarana belajar mengajar, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan melalui Dinas Pendidikan Provinisi Jawa Barat.
Selain itu, agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) menjadi lebih layak, aman, dan nyaman juga dapat mendukung sistem belajar yang lebih optimal diperlukan perbaikan fasilitas fisik gedung, pembenahan ruang kelas, serta penambahan sarana.
SMAN 19 Kota Bekasi telah masuk dalam program revitalisasi satuan pendidikan, yang merupakan bagian dari kebijakan peningkatan sarana dan prasarana sekolah di wilayah Jawa Barat pada tahun 2026 yang dicanangkan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana belajar mengajar.
Kepala Sekolah SMAN 19 Kota Bekasi Siwi Widyasaputri, S.Pd., M.Pd ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa pembangunan revitalisasi selesai sesuai target pada bulan Desember 2026. “Insya Allah pembangunan revitalisasi pada bulan Desember selesai sesuai target. Mohon dukungan dan doanya agar tahun depan bisa belajar satu shift,” ungkapnya.
Ditambahkannya, proses revitalisasi dan pembaruan wajah sekolah sudah mulai menunjukkan hasil. Dimana fasilitas baru siap dimanfaatkan pada tahun depan untuk kegiatan sekolah, termasuk mendukung sistem belajar yang lebih optimal.
“Mimpi kami sederhana namun bermakna besar mewujudkan SMAN 19 Kota Bekasi yang mampu menghadirkan lingkungan belajar yang lebih nyaman, efektif dan berkualitas melalui penerapan sistem pembelajaran satu shift,” tegasnya.
Sementara itu di tempat terpisah, Humas SMAN 19 Kota Bekasi Dinda Mulya Lubis, S.Pd., M.Psi saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa progres pembangunan revitalisasi sudah mencapai 70%. Selain itu, peserta didik bisa fokus pada masa depannya dalam PTN maupun bekerja.
“Harapan kami semua warga sekolah adalah segera pembelajaran yang efektif untuk 1 shift. Selain itu, biar kami bisa fokus dalam pembelajaran dan peserta didik bisa fokus pada masa depannya dalam PTN maupun bekerja,” jelasnya. (Red)
