Puskesmas Baregbeg Intensifkan Deteksi Dini TBC Melalui Penyuluhan dan Skrining Lapangan
CIAMIS, garudanusantara.net – Dalam upaya meningkatkan deteksi dini kasus Tuberkulosis (TBC), Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Baregbeg menggelar kegiatan promotif dan preventif berupa penyuluhan serta skrining kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Posyandu Siti Fatimah Desa Karangampel, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Jumat (17/4/2026).
Kepala Puskesmas Baregbeg, Ridwan Mulyana, S.Kep., Ners., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menekan angka penularan TBC sekaligus menghilangkan stigma negatif di masyarakat terhadap penyakit tersebut.
“Masih banyak masyarakat yang merasa malu atau takut untuk memeriksakan diri, sehingga kasus TBC sering terlambat terdeteksi. Oleh karena itu, kami melakukan pendekatan jemput bola dengan target sasaran sebanyak 135 orang,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat dapat mengenali tanda dan gejala TBC sejak dini, seperti batuk berdahak lebih dari dua minggu, keringat malam berlebih, penurunan nafsu makan, hingga penurunan berat badan.
“Dari hasil Rontgen sementara, ditemukan 10 orang yang memiliki indikasi gejala TBC. Jika nantinya ditemukan lebih banyak kasus, kami akan melakukan pemetaan wilayah untuk mengetahui tingkat penularan di masing-masing dusun,” jelasnya.
Ridwan juga menyoroti keterkaitan antara TBC dengan kasus stunting pada balita. Menurutnya, balita yang terindikasi TBC umumnya tertular dari lingkungan sekitar, terutama orang dewasa yang lebih dulu terinfeksi.
“Tidak ada bayi yang lahir langsung membawa penyakit TBC. Penularan kemungkinan besar berasal dari orang dewasa di sekitarnya,” tambahnya.
Selain TBC, kegiatan ini juga menyasar deteksi Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya Diabetes Melitus (DM). Hal ini dilakukan melalui kolaborasi dengan petugas PTM, mengingat penderita DM memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah sehingga rentan terhadap infeksi, termasuk TBC.
“Pemeriksaan dan pengobatan TBC di Puskesmas Baregbeg tersedia secara gratis karena merupakan bagian dari program pemerintah,” tegas Ridwan.
Ia berharap, hasil dari kegiatan ini dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang lebih tepat, baik dari aspek kesehatan, sosial, ekonomi, maupun lingkungan.
“Faktor lingkungan juga sangat berpengaruh, seperti ventilasi rumah yang kurang baik serta kebiasaan merokok di dalam rumah. Hal-hal tersebut dapat meningkatkan risiko penularan TBC,” pungkasnya. (Agus K)
