GARUDA NUSANTARA

Membela Kebenaran & Kejujuran

Diduga Oknum Preman di Pekerjakan Mengaku SATPAM di SMA N 1 Parsoburan

Pematangsiantar, Sumatera Utara |garudanusantara.net|- Sikap tidak terpuji dari beberapa orang penjaga/SATPAM SMA Negeri 1 Parsoburan sangat disayangkan karena dinilai menunjukkan sikap arogansi dan tidak beretika saat menerima kunjungan tim media.

Kejadian dugaan arogansi dan tidak beretika ini terjadi pada hari Jum’at (10/04/2026) sekitar jam 09.47 Wib, tim media menyambangi kantor SMA Negeri 1 Parsoburan dan bertemu dengan penjaga/SATPAM sekolah. Namun, penjaga/SATPAM sekolah tersebut menunjukkan sikap tidak beretika dengan asik bermain telephone genggam yang ada di tangannya.

Ketika tim media menanyakan apakah Bapak Kepala Sekolah (Kasek) Anthoni Purba bisa ditemui atau Humas Ibu Ana Hutabarat ke penjaga gerbang sekolah itu, dimana sudah berulangkali ke sekolah tapi tidak pernah jumpa. Penjaga/SATPAM sekolah yang enggan memberikan identitasnya menjawab dengan acuh tak acuh dan tidak perduli.

“Bapak Kasek pagi ini tidak ada di kantor karena beliau lagi ada monev di sekolah lain, Ibu Ana juga sudah pulang ke rumah,”ujarnya sambil asik dan fokus main game.

Tim media bertanya mengenai posisi penjaga sekolah yang asik fokus main game dan tidak memperdulikan tamu. Apakah Bapak-bapak penjaga/SATPAM sekolah ini adalah satpam, mereka mengaku dan menjawab, Iya, kami satpam,”ujar mereka.

Kembali lagi tim media bertanya, kalau Bapak- bapak ini satpam, kenapa tidak memakai seragam satpam, atribut satpam, KTA satpam dan ternyata mereka malah menjawab arogan dengan gaya preman.

“Apa urusan kalian disitu, ga ada hakmu mempertanyakan itu sekalipun kalian wartawan, klu wartawan kenapa rupanya,”ucap penjaga gerbang sekolah itu mengaku bermarga Panggabean.

Sementara seorang lagi yang fokus bermain game dan enggan memberikan identitasnya, dengan gaya menantang ke tim media agar jumpa diluar.

“Kalian kan sering nongkrong di warkop Jarwo, kita jumpa disitu saja biar tau kalian siapa saya,”ucapnya sambil rada mengancam.

Effendy seorang pemerhati pendidikan sangat menyayangkan kejadian di SMA Negeri 1 Pematangsiantar yang bersikap tidak beretika dan premanisme.

“Petugas satpam itu menjaga keamanan di lingkungan sekitar sekolah dan menerima tamu dengan sopan santun, bukan membuat kegaduhan dan onar,”ucap Effendy

Effendy mengutarakan kuat dugaan kalau penjaga gerbang sekolah yang mengaku satpam itu preman, karena tidak mampu menunjukkan KTA satpam, tidak menggunakan pakaian dinas dan atribut satpam.

Tim media melakukan konfirmasi ke Humas SMA Negeri 1 Pematangsiantar, Ibu Ana Hutabarat terkait sikap penjaga gerbang sekolah,pendidikan satpam dan tidak menggunakan seragam satpam via pesan singkat WhatsApp.

“Sebelum saya menjabat Humas di sekolah ini, mereka sudah lama jadi satpam, mengenai pendidikan, pelatihan kurang tau ibu dan tidak pernah bermasalah,”tutur Ibu Ana.

Menurut direktur LBH Mustika Keadilan Indonesia cab Siantar-Simalungun, Riris ButarButar,SH dan juga seorang pengacara kondang mengatakan diduga terjadi premanisme oleh oknum penjaga gerbang sekolah yang mengaku satpam.

“Riris menuturkan sesuai dengan Peraturan Kapolri(Perkap) No 4 tahun 2020 tentang pengamanan swakarsa pada pasal 1 disebut anggota satpam adalah petugas pengamanan swakarsa yang direkrut, dilatih, memiliki kartu tanda anggota yang diregistrasi oleh Polri dan status ketenagakerjaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan ,”tutur Riris.

“Riris juga mengatakan sesuai pasal 17 anggota satpam dalam melaksanakan tugas dan perannya wajin membawa KTA satpam, dan menggunakan pakaian dinas satpam dan atribut satpam,”ucap Riris.

“Riris juga menambahkan sesuai pasal 44 bahwa anggota satpam yang tidak menggunakan pakaian dinas satpam dan atribut satpam dapat dikenakan sanksi administratif berupa teguran hingga pencabutan KTA,”ujar Riris.

“Menutup pembicaraan Riris mengatakan, jika penjaga gerbang sekolah di SMA Negeri 1 Pematangsiantar yang bersikap preman dan mengaku satpam itu tidak memiliki pendidikan, pelatihan satpam yang ditandai wajib mempunyai sertifikat Gada Pratama. Maka pihak sekolah melalui Kacabdisdik Wilayah VI, August Sinaga dapat melakukan pelarangan bertugas dan memecatnya,”pungkas Riris.
(EPS)

About The Author