Polresta Bandung Memperkuat Koordinasi Lintas Sektor Hadapi Bencana
BANDUNG, garudanusantara.net – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung, Jawa Barat, meningkatkan kesiapsiagaan personel dan koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Bandung.
Kapolresta Bandung Kombes Pol Tri Suhartanto di Kabupaten Bandung, Senin, mengatakan kesiapan personel, sarana dan prasarana serta koordinasi antarinstansi menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan ketika terjadi bencana.
“Kesiapsiagaan ini merupakan bentuk kesiapan kita bersama dalam menghadapi potensi bencana. Sinergi dan koordinasi antarinstansi harus terus diperkuat agar kita dapat memberikan respons yang cepat, tepat dan efektif,” katanya.
Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Siaga Bencana di Markas Komando (Mako) Polresta Bandung, Senin (2/11/2026), yang melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI, Polri, pemerintah daerah dan instansi terkait.
Tri mengatakan penanganan bencana membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi terkait hingga masyarakat agar proses evakuasi dan penanganan keadaan darurat berjalan terpadu.
“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Karena itu, seluruh unsur harus memahami peran masing-masing dan siap bergerak ketika terjadi keadaan darurat,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Kabupaten Bandung mencatat 40 kejadian bencana sepanjang Januari hingga Oktober 2026, sehingga menjadi salah satu daerah dengan kejadian bencana di Jawa Barat.
Secara keseluruhan, BPBD Jawa Barat mencatat 488 kejadian bencana di seluruh wilayah Jawa Barat hingga 27 Oktober 2026, terdiri atas 108 banjir, 84 tanah longsor, 114 cuaca ekstrem, 25 kekeringan, 155 kebakaran lahan dan dua gempa bumi.
“Melalui apel siaga ini, kami berharap seluruh unsur dapat meningkatkan kesiapan dan memperkuat koordinasi sehingga penanganan bencana bisa dilakukan secara cepat dan terarah,” kata Tri.
Dengan penguatan kesiapsiagaan tersebut, Polresta Bandung bersama Forkopimda dan instansi terkait diharapkan mampu mempercepat respons keadaan darurat serta meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian masyarakat akibat bencana. (Harianto SS)
