GARUDA NUSANTARA

Membela Kebenaran & Kejujuran

KUPS Mitra Mukti Gunungbangka 1 Terima Bantuan CSR Bank Pesona Rp50 Juta untuk Perkuat Agroforestri dan Ketahanan Ekonomi Warga

CIAMIS, garudanusantara.net – Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Mitra Mukti Gunungbangka 1, Desa Sukamanah, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Pesona senilai Rp50 juta,Rabu(5/8/2026).

Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat program peternakan dan pengembangan tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan.

Ketua KUPS Mitra Mukti, Rosidin, mengatakan dana bantuan tersebut telah dialokasikan untuk pengadaan ternak kambing serta pembelian bibit tanaman MPTS berupa durian dan alpukat.

“Program ini kami arahkan untuk memperkuat usaha peternakan sekaligus pengembangan tanaman produktif. Ke depan, hasil ternak maupun buah-buahan diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan maupun lahan pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sari Mukti, Dede Yuyu, menjelaskan bahwa pihaknya selama ini aktif mengembangkan program kemitraan agroforestri bersama Perum Perhutani KPH Ciamis, salah satunya melalui budidaya komoditas kopi.

Ia mengungkapkan, LMDH Sari Mukti telah memperoleh izin Perhutanan Sosial melalui skema Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin-KK) dari kementerian terkait. Status tersebut menjadi dasar hukum bagi masyarakat dalam mengelola kawasan hutan secara berkelanjutan.

Menurut Dede, LMDH Sari Mukti mengelola lahan seluas sekitar 108 hektare yang melibatkan 123 anggota. Kawasan tersebut dibagi ke dalam fungsi produksi dan fungsi lindung sehingga aspek kelestarian lingkungan tetap berjalan seiring dengan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Salah satu fokus utama kami adalah pengembangan komoditas kopi sebagai penggerak ekonomi kelembagaan petani. Bantuan dari Bank Pesona menjadi penyemangat untuk mempercepat pencapaian visi kami, yaitu leuweungna hejo, rahayatna ngejo—hutannya tetap hijau, masyarakatnya sejahtera,” kata Dede.

Ia menambahkan, sebagian besar masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan tidak memiliki lahan pertanian sendiri. Karena itu, skema kemitraan bersama Perhutani menjadi peluang bagi masyarakat untuk memperoleh akses pengelolaan lahan secara legal sekaligus meningkatkan taraf perekonomian keluarga.

“Dengan adanya kemitraan ini, masyarakat memiliki ruang untuk berusaha dan berkembang. Harapan kami, program ini mampu menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus menjaga kelestarian hutan sebagai sumber kehidupan,” pungkasnya. (Agus K)

About The Author