Rektor Unindra Dukung Kuota Mahasiswa Baru PTN Dibatasi
Rencana yang digagas Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini, dinilai mampu menjaga kualitas PTN, sekaligus memberi ruang bagi PTS untuk meningkatkan jumlah mahasiswanya.
Menurut Rektor Universitas Indraprasta PGRI (Unindra), Sumaryoto, pihaknya mendukung pembatasan kuota mahasiswa baru untuk PTN. Utamanya pada jalur mandiri.
“Saya mendukung pembatasan kuota mahasiswa baru untuk perguruan tinggi negeri. Khususnya pada jalur mandiri,” kata Sumaryoto, saat keterangan, Rabu (15/4/26).
Bukan cuma dibatasi, Sumaryoto mengusulkan agar jalur tersebut dihapuskan saja. Sebab, pada dasarnya jalur tersebutlah yang merusak standar kualitas dari PTN.
Jalur mandiri PTN juga dipandang merugikan PTS.
“Sebab yang penting bayar, bodoh, pintar sama (bisa masuk PTN kalau ada jalur mandiri),” ujarnya.
“Akhirnya swastanya kedodoran, mahasiswanya diambil negeri. Yang negeri pun hancur. Kenapa? Karena kualitasnya turun,” tegas Sumaryoto.
Sumaryoto menegaskan, hadirnya PTS sendiri, salah satunya guna memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa yang tak lolos seleksi pada PTN.
Namun, lanjut dia, upaya mulia tersebut bisa ‘terganggu’ dengan hadirnya dan besarnya kuota mahasiswa jalur mandiri PTN.
“Kayak di Unindra coba. Anaknya tukang ojol, anaknya tukang sayur, anaknya pembantu, satpam, bisa kuliah. Ya kalau swasta yang mahal kan nggak sanggup mereka biayanya,” tutur Sumaryoto.
“Wong UI (PTN) saja bayarnya sudah mahal. Tetapi bukan berarti lulusan Unindra kalah (dengan lulusan PTN), belum tentu, kita bersaing,” katanya.(Lozy)
